Lalat bagi manusia ialah hewan yang pada tubuhnya terdapat sumber-sumber penyakit. Tergolong ke dalam hewan kotor yang sebisa mungkin dihindari. Meski begitu, populasi lalat yang tiada pernah habis menjadi sebuah persoalan. Pada saat-saat tertentu, masyarakat di sebuah wilayah seperti resah dengan gangguan hewan yang biasanya hinggap pada dzat-dzat kotor ini.

Bila ditinjau dari aspek kesehatan, tentu lalat menjadi hewan yang harus dihindari bahkan dibasmi keberadannya. Jangan sampai hewan ini hinggap pada barang-barang yang erat kaitannya dengan manusia. Seperti diantaranya dan minuman.

Lalu bagaimanakah cara yang bisa kita lakukan bisa pada hidangan terdapat lalat di dalamnya. Sebab tidak jarang lalat hinggap pada atau minuman, kemudian terjebak dan mencemari hidangan tersebut.

Persoalan serupa ternyata sudah ada sejak zaman Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah dijelaskan, Apabila seekor lalat masuk ke dalam salah satu minuman dari kalian maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buangah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya.”

Perihal ini menjadi salah satu bukti betapa kecerdasan Rasululah tiada diragukan lagi. Betapa Allah benar-benar menjadi pembimbing beliau dalam menetapkan keteladanan untuk umat. Bagimana bisa Rasulullah mengetahui bila pada salah satu sayap lalat terdapat penyakit dan pada sayap lain mengandung obatnya?

Perlakuan ini pula yang seperti menegur kebiasaan manusia, yang jika ada lalat hinggap pada hidangannya sesegera mungkin mengeluarkannya. Bahkan sebagian orang enggan menyantapnya kembali untuk menghindari sumber-sumber penyakit. Rasulullah dalam hadist di atas menjelaskan perihal berbeda, bahwa bila seekor lalat masuk ke dalam salah satu minuman, maka beliau justeru mengajarkan untuk mencelupkan lalat itu kembali dan kemudian membuangnya. Sebab pada salah satu sayap terdapat penyakit dan pada sayap yang satunyalah tersedia obatnya.

Kebenaran hadist ini kemudian diteliti oleh para pakar medis dari berbagai negara. Salah satu penelitian dilakukan oleh Prof. Dr. Abdul Majid Az-Zindani, ketua peneliti kajian Al-Qur’an dan As-Sunnah. Beliau menemukan bahwa pada sayap kiri lalat terdapat berbagai macam virus yang mematikan. Kemudian para peneliti mencoba mematikan virus-virus tersebut melalui cara konvensional, tetapi secara mengejutkan tidak ada yang menemui keberhasilan.

Namun saat para peneliti memasukkan sayap kanan lalat, secara otomatis ditemukan bahwa terdapat perubahan yang signifikan. Hasilnya teramat mengejutkan. Semua virus yang dibawah oleh sayap kiri mati dan musnah akibat obat yang dibawa oleh sayap kanannya.

Betapa pembuktian ini semakin meyakinkan kita bahwa Islam ialah ajaran yang mambawa rahmat bagi sekalian alam. Bahwa kedatangan Rasulullah melengkapi pedoman yang sudah mencakup segala aspek kehidupan manusia, tanpa terlewat sedikit pun. Hanya saja, kebanyakan manusia lebih percaya pada apa-apa yang datangnya selain dari Rasulullah. Sebagian lagi lebih mengedepankan logikanya dari tuntunan sunnah. Merasa seolah-olah lebih paham dari sang baginda. Padahal segala sesuatu yang dikerjakan oleh Rasulullah jelas berdasar pada bimbingan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sedang manusia, ada campur tangan bahkan godaan teramat besar dari syaitan, musuh-musuh nyata.

Maka tiada salahnya bila kita mencoba mempraktikkan yang dilakukan oleh Rasulullah pada minuman yang terdapat lalat di dalamnya. Yaitu dengan mencelupkan lalat itu, kemudian baru membuangnya. Yakinlah bila tiada sunnah yang membawa kemudharatan bagi manusia, bahkan justeru sebaliknya. Sunnah menuntun kita pada sebaik-baiknya kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here